Masjid yang bersih mengundang orang untuk datang dan betah beribadah. Kuncinya bukan kerja bakti besar sesekali, melainkan kebiasaan kecil yang dilakukan teratur oleh banyak orang.
Bagi tugas lewat jadwal piket
Kebersihan yang bergantung pada satu penjaga masjid mudah goyah. Buat jadwal piket dan tempel di tempat yang terlihat:
- Harian: sapu dan pel lantai, bersihkan tempat wudhu, kosongkan tempat sampah.
- Mingguan: vakum karpet, lap kaca dan rak mushaf, bersihkan kipas.
- Bulanan: cuci sajadah dan sarung bantal, periksa atap dan talang, bersihkan tandon air.
Perhatikan tempat wudhu dan kamar mandi
Dua tempat ini paling menentukan kesan jamaah. Pastikan lantai tidak licin, saluran tidak tersumbat, dan sabun serta tisu selalu tersedia. Laporan kerusakan yang cepat ditangani mencegah kerusakan lebih besar.
Jaga sirkulasi udara dan pencahayaan
Ruangan yang pengap membuat jamaah cepat lelah. Buka ventilasi di luar waktu shalat, bersihkan baling-baling kipas secara berkala, dan ganti lampu yang redup.
Rawat karpet dengan benar
Minta jamaah melepas alas kaki sebelum masuk ruang shalat dan sediakan rak sepatu yang cukup. Karpet yang rutin divakum lebih awet dan tidak menyimpan bau.
Libatkan jamaah
Ajak jamaah dan remaja masjid mengambil bagian dalam kerja bakti bulanan, dan ucapkan terima kasih secara terbuka. Rasa memiliki lebih kuat ketika orang ikut merawat.
Catat pengeluaran perawatan
Biaya pembersih, perbaikan, dan perlengkapan sebaiknya masuk buku kas dengan keterangan jelas, supaya jamaah tahu ke mana dana infaq mereka digunakan.
Foto sampul: Roniyronron, CC BY 4.0 via Wikimedia Commons.