Banyak pengajian ramai di awal, lalu sepi dalam beberapa bulan. Biasanya penyebabnya bukan kurangnya minat, melainkan jadwal yang tidak konsisten dan informasi yang kurang sampai kepada warga.
Pilih waktu yang realistis
Tanyakan kepada warga kapan mereka paling luang. Ba'da Maghrib, ba'da Subuh, atau Ahad pagi memiliki pendengar yang berbeda. Setelah ditetapkan, pertahankan waktunya. Kebiasaan hanya terbentuk jika jadwalnya tidak berpindah-pindah.
Tentukan tema berseri
Tema yang berkesinambungan, seperti kajian fikih ibadah, tafsir juz tertentu, atau sirah, memberi alasan bagi jamaah untuk hadir pekan berikutnya. Umumkan rangkaian temanya agar jamaah tahu apa yang akan dipelajari.
Siapkan penceramah dan cadangannya
Susun daftar penceramah sebulan ke depan dan pastikan ada pengganti bila berhalangan. Jadwal yang rapi juga memudahkan Anda mengumumkan nama penceramah lebih awal.
Beri tahu warga dengan berbagai cara
- Pasang pengumuman di papan masjid dan layar digital.
- Bagikan poster sederhana lewat grup pesan.
- Ajak tetangga secara langsung. Undangan pribadi lebih ampuh daripada pengumuman umum.
Buat suasana nyaman
Sediakan tempat duduk yang cukup, pengeras suara yang jernih, dan sedikit suguhan. Perhatikan juga jamaah perempuan dan lansia.
Evaluasi dan rekam
Catat jumlah kehadiran dan masukan jamaah. Jika diizinkan penceramah, rekam dan bagikan ringkasannya, sehingga mereka yang tidak sempat hadir tetap mendapat manfaat. Ringkasan itu juga bahan yang baik untuk blog masjid.
Foto sampul: Muhamad Izzul Fiqih, CC BY-SA 4.0 via Wikimedia Commons.